Q O N A A H

Manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang paling sempurna karena hanya manusia yang dilengkapi dengan akal,hati dan Nafsu, ketika manusia hanya mengedepankan akal atau rasional saja maka dia tidak akan Sempurna dan cendrung mengingkari fitrahnya sebagai hamba(slave) dengan tujuan penciptaannya hanya untuk beribadah, dan ketika dia hanya mengedepankan hatinya saja maka kreativitasnya dalam menjalani hidup tidak ada namun yang lebih parah lagi ketika nafsunya menguasai dirinya maka dia akan menjadi mahluk yang lebih hina dari binatang, seperti itulah hinanya manusia ketika kadar nafsunya lebih dominan. Oleh karena itu posisi hati ditengah tengah sebagai penasehat bagi akal dan nafsu supaya sama sama tunduk kepada penciptanya Allah SWT. 
Manusia memiliki sifat tamak dan rakus itu normal karena manusia punya nafsu akal bertindak karena dapat ilmu tamak dosa maka hati menasehati lawanlah sifat tamak dan rakus dengan sifat Qonaah dengan mensyukuri apa yang dia punya dengan konsep masalah akhirat lihat keatas masalah urusan dunia lihat kebawah.  
Lalu Sudahkah kita bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita tiada hentinya dari kita dilahirkan sampai detik ini? 
Sudahkah kita merasa cukup atas segala nikmat yang diberikan. Selalu ridha atas hasil yang telah didapatkan?  
Qana'ah bukan berarti kita pasrah begitu saja. Seseorang yang memiliki sifat ini, tentunya juga melakukan ikhtiar. Dan tetap tawakkal atas hasil dari setiap usahanya.
Sifat qana'ah membuat seseorang tidak lalai dalam bersyukur. Dan menjauhkan diri dari ketamakan akan duniawi.  
Sebagaimana sabda Rasulullah dalam sebuah hadits.
“Lihatlah orang yang di bawah kalian dan janganlah melihat orang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian agar kalian tidak memandang hina nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kalian.”
(Muttafaqun Alaih)
Sifat Qonaah melahirkan sikap empati antar sesama suka berbagi atau memberi karena sifat tamak dan rakusnya di kalahkan oleh sifat Qonaahnya.
Dan selalu introfeksi diri dengan bertanya pada dirinya sendiri Sudahkah saya bersyukur dalam apapun keadaan dan kondisiku, sudahkah aku memberi? Kalau belum maka segerakan memberi dalam keadaan berpunya itu biasa tapi memberi dalam keadaan kekurangan maka itu luar biasa. 

Komentar